Minggu, 02 Desember 2012

Penjaskes Semester 2 Pencak Silat

PENCAK SILAT

A.   Pengertian Pencak Silat
Beberapa pengertian Pencak Silat menurut para pakar dintaranya sebagai berikut:
1.  Abdus Syukur menyatakan bahwa, Pencak adalah  gerakan langkah keindahan dengan menghindar yang disertakan gerakan berunsur komedi. Pencak dapat dipertontonkan sebagai sarna hiburan, sedangkaan Silat adalah unsur teknik bela diri menangkis, menyerang dan mengunci yang tidak dapat diperagakaan di depan umum.
2.  Mr.wongsonegoro, ketua IPSI yang pertama mengatakan bahwa, Pencak adalah gerakan serang bela, berupa tari dan berirama dengan peraturan adapt kesopanan tertentu yang bisa dipertunjukkan di depan umum. Silat dlaah inti sari dari pencak, yakni kemahiran untuk perkelahian atu membela diri mati-mtian yang tidak dapt dipertunjukkan di depan umum.
3.   Imam Koesoepangat, mengatkan Pencak merupakan gerakan bela diri tanpa lawan, sementara silat sebagai bela diri yang tidak boleh dipertandingkan.
4.   Maryono menyimpulkan, bahwa yang menjadi criteria untuk membedakn arti “Pencak dan arti Silat” adalah apakaah sebuah gerakan itu boleh dipertontonkan atau tidak.
Tokoh-tokoh pendiri IPSI akhirnya sepakat untuk tidak membedakan pengertian Pencak dengan Silat karena kedua kat tersebut memang mempunyai pengertian yang sama. Kata Pencak maupun Silat sama-sama mengandung pengertian  kerohanian, irama, keindahan dan kiat maupun praktek, kinerja atu aplikasinya.
Pada akhrnya , PB.IPSI beserta BAKIN pada tahun 1975 mendefinisikan sebagai berikut:
Pencak Silat adlah hasil buday mnusiaa Indonesiaa untuk membela, mempertahnkan eksistensi (kemandiriannya) dan Integritsnya (manunggal) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningktkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Aspek-aspek Pencak Silat
Pencak mengandung beraneka ragam aspek. Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) secara substansial memandang pencak silat sebagai suatu kesatuan (Catur Tunggal), seperti tercermin dalam senjta trisula pada laambang IPSI. Ketiga ujung trisula melaambangkaan, unsure Seni, beladiri dan olahraga dan gagngnya mewakili unsure mental-spiritual.
Penampakan tiap-tiap spek pencak silaat tersebut menggambrkan tujuan keberadan satu sam lain sebagi satu kesatuan.
Sebagi spek mental-spiritual, pencak silat lebih banyak menitik beratkaan pada pembentukaan sikap dan watak kepribadian  pesilat yang sesuai dengan falsafah budi pekerti luhur.
Pada spek Bela diri, Pencak Silat bertujuan untuk memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya.
Aspek Seni dari pencak silat merupakan wujud kebudayaan dalaam bentuk kaidah gerak dan irama, sehingga perwujudan taktik ditekankan kepada keselarsan, keseimbangan dan keserasian antaraa Wiraga, Wirama dan Wirasa. Keempat aspek tadi, selaanjutnya mendasari pengembangan Pencak Silat menjadi 4 tujuan, yaitu: (1) pencak silat mental-spriritual, (2) pencak silat beladiri, (3) pencak silat seni, dan (4) pencak silat olahraga.

B.   Manfaat Pencak Silat
1. Pencak Silat Sebagai Pendidikan
Pencak Silat merupakan bagian dari budaya Bangsa Indonesia yang bernilai luhur. Nilai-nilai luhur Pencak Silat terkandung dalam jati diri yang meliputi tiga hal pokok sebagai satu kesatuan yaitu, (1) Budaya Indonesia sebagai asal dan coraknya, (2) falsafah budipekerti luhur sebagai jiwa dan sumber motivasi penggunaannya, (3) pembinaan mental spiritual/budi pekerti luhur, beladiri-seni, dan olahraga sebagai aspek integral dari subtansinya.
Pencak Silat yang dihayati keseluruhan nilaai-nilinya akan mempunyai manfaat yang besar, bukan saja bagi individu yang mempelajarinya tetapi juga bagi masyrakat, dengan kat lain pendidikan pencak silat mempunyai manfaat individu dan social. Pendidikaan pencak silt dapat memberikan sumbangan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dalaam rangkaa pembangunan seluruh masyrkat Indonesia, serta merupakan “character and national building”
Pendidikaan pada dsarnya adalah pembangunan Sumber daya Manusia, pendidikan Pencak Silat yang bverakra pada budaya Indonesioa yang mencakup segi mental dan fisikal secara terpadu dihaarapkaan dapat membentuk manusia seutuhnya yang berkualitas seperti di bawah ini:
(a)                       Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
(b)   Berkepribadian dan mencintai budaya Indonesia,
(c)   memiliki rasa percaya diri,
(d)  menjaga martabaat diri,
(e)   mampu menguasi dan mengendalikan diri,
(f)    mempunyai rasa tanggung jawab serta disiplin pribadi dan sosial,
(g)   senantiasa menegakkaan kebenarn, kejujuran dan keadilan serta  tahan uji dalam menghadapi cobaan dan godaan.
(h)   menghormati sesama manusia, terutama kepada yang lebih tua dan memberikan tauladan kepada yang lebih muda.
(i)     Bersikap damai dan bersahabat kepada siapapun yang baik
(j)     Mempunyai kepekaan dan kepedulian social yang tinggi serta suka menolong manusia lain yang sedang berada dalam kesulitan dan keresahan
(k)   Selalu rendah hati, ramah dan sopan dalam bicara dan pergaulan social
(l)     Berjiwa besar, berani mawas diri, dan mengoreksi diri, berani meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat dan senang memberi maaf keada orang lain dan mengaku bersalah.
(m) Mengutamakan kepentingan masyarakat dari pada kepentingan pribadi.
(n)   Men-dungsi-sosialkan segala kemampuan yang dimiliki.
(o)   Merasa optimis tidak mudah frustasi, dan ikhlas dalam menghadapi kesulitan dan penderitaan hidup.
(p)   Rela berkorban demi kepentingan bersama.
(q)   Anti kejahatan dan kenakalan yang mengganggu ketertiban dan ketentraman serta menghambat upaya warga masyarakat untuk peningkatan kesejahteraannya.

2.  Pencak Silat sebagai Pendidikan Jasmani
Pendidikan jasmani adalah suatu kegiatan yang bersifat mendidik dengan memanfaatkan kegiatan jasmani. Pencak silat pada hakikatnya adalah kegiatan jasmani yang didalamnya terkandung aspek olahraga, dan merupakan wahana pendidikan jasmani yang meiliki tujuan tertentu. Tujuan yang terungkap dari pencak silat sebagai sarana pendidikan jasmani antara lain: (1) Tujuan unuk mencapai kesehatan, (2) Tujuan rekreasi, (3) Tujuan prestasi.
Pencak silat yang wujudnya merupakan peragaan keterampilan dan latihan semua jurus dan teknik beladiri yang dilaksanakan secara utuh dengan ungkapan nyata, dengan tujuan untuk memelihara atau meningkatkan kebugaran, ketangkasan dan ketahanan jasmani.
Istilah rekreasi sering diterjemahkan dalam kata menciptakan kembali, melepas lelah, atau pemanfaatan waktu luang. Namun kita mengenal ciri rekreasi ditinjau dari tujuannya yaitu:
(a)    Sebagai pelepas lelah,
(b)   Sebagai penyaluran dalam pengisian waktu luang,
(c)    Sebagai imbangan kerja,
(d)   Sebagai pemenuhan dorongan unuk bergabung dengan kelompok-nya.
Berdasarkan pengelolanya kita mengenal rekreasi sekolah (program ekstrakurikuler), rekreasi perusahaan (kegiatan untuk para karyawan), rekreasi komersial (diorganisasi untuk mencari keuntungan rekreasi perkumpulan, seperti klub hobi, organisasi remaja, dan lainnya)
Berdasarkan bentuknya maka kita mengenal rekreasi yang engandalkan keterampilan atau gerak jasmani. Termasuk di dalamnya pencak silat sebagai rekreasi untuk tujuan tertentu di atas. Pencak silat prestasi merupakan olahraga kompetisi di pertandingkan pada PON, SEA GAMES dan kejuaraan dunia.

C.   Ruang lingkup Pencak Silat
Pencak silat merupakan suatu system beladiri dalam lingkup dan posisinya yang otonom, terdiri dari teknik- teknik sikap dan gerak yang saling bergantunng, saling menunjang secar fungsional menurut pola tertentu. Menurut keputusan Munas IPSI tahun 1994, secara muktural meliputi empat hal sebagai suatu kesatuan yaitu: sikap pasang, gerak langkah, serangan dan belaan.

1.    Sikap Pasang
Sikap pasang adalah sikap siaga yang untuk melakukuan serangan dan belaan secara taktis. Pelaksanaan sikap pasang merupakan kombinasi kreatif kuda-kuda, posisi, dan taktik penggunaannya.
a.     Kuda-kuda
1)    Depan sejajar                            7)   Silang depan
2)    Badan berputar                         8)   Satu kaki diangkat
3)    Serong depan                            9)   Simpuh depan
4)    Tengah menghadap                            10) Simpuh silang depan
5)    Silang belakang                                    11) Simpuh silang belakang
6)    Tengah menyamping
b.     Taktik penggunannya meliputi:
1)    Terbuka
2)    Tertutup
c.     Posisinya terdiri dari:
1)    Tegak
2)    Sedang
3)    Rendah
Untuk menyeragamkan pasangan secara nasional, PB. IPSI membagi pasangan menjadi 8, yaitu pasangan:
a)       Pasangan satu, kuda-kuda depan sejajar, tangan searah dengan kaki.
b)      Pasangan dua, kuda-kuda sejajar, tangan berlawanan dengan kaki.
c)       Pasangan tiga, kuda-kuda serong, tangan berlawanan dengan kaki.
d)      Pasangan empat, kuda-kuda sejajar, tangan di depan dada.
e)       Pasangan lima, kuda-kuda silang belakang, tangan berlawanan dengan kaki.
f)       Pasangan enam, kuda-kuda samping, tangan searah dengan kaki.
g)      Pasangan tujuh, silang depan, tangan searah dengan kaki.
h)      Pasangan delapan, kuda-kuda gantung, tangan terbuka disamping lutut kaki gantung.

2.    Gerak Langkah
Gerak langkah adalah teknik perpindahan atau mengubah posisi diserti kewaspadaan mental dan indra secara optimal untuk mendapatkan posisi yang menguntungkan dalam rangka mendekati atau menjauhi lawan untuk kepentingan serangan dan belaan. Dalaam pelaksanaannya selalu dikombinasikan dengan sikap tubuh dan sikap tangan.
a.            Arah meliputi:
1)    ke belakang                               5)  ke depan
2)    ke serong kiri belakang                        6)  ke serong depan
3)    ke kiri                                                       7)  ke kanan
4)    ke serong kiri depan                 8)  ke serong kanan belakang

b.    Cara pelaksanaannya, meliputi:
1)    Angkatan                                    4)  putaran    
2)    Geseran                          5)  lompatan
3)    ingsutan (seseran)       6)  loncatan

c.     Pola langkah meliputi:
1)                   lurus
2)                   zig-zag (gergaji)
3)                   segi tiga
4)                   ladam (tapal kuda)
5)                   segi empat
6)                   huruf S

3.    Serangan
Serangan pada dasarnya terbagi menjadi dua bagian utama, yaitu: (1) serangan dengan lengan, dan (2) serangan dengan tungkai. Serangan lengan itu selanjutnya dibagi menjadi dua, yaitu: (a) serangan tangan dan (b) serangan siku. Selanjutnya serangan dengan tungkai terbagi menjadi; (a) serangan dengan kaki dan (b) serangan dengan lutut. Di antara kedua serangan pokok tangan dan kaki, yang paling sering digunakan dalam pertandingan adalah serangan dengan kaki, karena memiliki keuntungan utama yaitu jangkauannya panjang.

4.    Belaan
Belaan berarti kesiagaan untuk membela diri dari serangan lawan. Selain itu, dalam situasi pertandingan, belaan itu berguna untuk mencegah lawan membuat skor. Secara teknis, belaan itu dilakukan dalam bentuk upaya untuk keluar dari serangan lawan. Hal ini dilakukan dengan tiga cara yaitu: (1) menangkis, (2) menghindar, dan (3) mengelak. Ketiga cara itu disebut belaan dasar, yang selanjutnya lebih berkembang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar